-->

Proposal Keativitas Mahasiswa Preferensi Konsumen Terhadap Olahan Mocaf

Mocaf (Modifed cassava flour) adalah produk turunan dari tepung singkong dengan prinsip modifikasi partikel singkong secara fermentasi menggunakan BAL (Bakteri Asam Laktat) (Subagio, 2008). Tepung singkong dalam kehidupan sehari-hari masih jarang digunakan karena faktor sifat fisikokimia, aroma khas yang masih muncul, daya kembang rendah, warna tepung dan proses pengolahan menjadi produk masih sulit. Agar berkembangnya diversifikasi pangan berbagai penelitian terus dikembangkan untuk mengolah mocaf menjadi produk pangan bermutu dan bernilai jual tinggi.

Tepung singkong digunakan secara terbatas untuk food ingredient, pada mie instan hanya 5% sehingga menghasilkan produk dengan mutu rendah. Mocaf sudah terkenal di kalangan perusahaan dan biasanya sebagai lem, karena yang sifatnya lengket. Mocaf juga bisa digunakan sebagai subtitusi bahan baku dari berbagai jenis makanan, mulai dari mie, bakery, cookies hingga makanan semi basah, cake dan kue kering. Mocaf juga bisa di gunakan sebagai subtitusi dari tepung terigu yang digunakan sebagai campuran adonan gorengan. Mocaf sangat baik jika digunakan sebagai subtitusi gandum, selain mudah untuk di jumpai karena di setiap daerah bisa memproduksi tepung mocaf, dengan tepung mocaf ini juga dapat menekan angka impor pada komponen gandum.

Ada beberapa kendala yang menyebabkan produksi tepung mocaf itu belum stabil seperti proses yang digunakan untuk membat tepung mocaf itu cukup panjang dan cukup sulit jika dilakukan oleh petani singkong sehingga perlu adanya penyuluhan mengenai pengolahan tepung mocaf terlebih dahulu agar menghasilkan tepung mocaf yang berkualitas. Produk olahan mocaf itu sendiri sulit utuk mendapatkan pasar karena kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai produk olahan mocaf, hal ini terbukti dengan adanya penelitian yang dilakukan oleh Titik Mudjiastuti bahwa masyarakat yang mengerti produk olahan mocaf itu masih sedikit, terutama masyarakat yang berprofesi sebagai wirasawasta hanya 34% dan PNS/TNI/POLRI hanya 38 % yang mengerti olahan mocaf. Saat ini sudah ada beberapa umkm di kota Surakarta yang sudah menggunakan Mocaf sebagai subtitusi gandum untuk membuat berbagai macam kue, karena pemasaran produk tersebut belum bisa dilakukan dengan efektif hal ini yang menyebabkan produk mocaf belum mampu untuk bersaing dengan produk berbahan gandum.

Preferensi konsumen terhadap produk mocaf dapat dianalisa melalui teori preferensi melalui aksioma yang digunakan untuk menerangkan tingkah laku individu dalam masalah penetapan pilihan seperti pendapat Kotler dan Keller (2007). Preferensi biasanya diasumsikan memiliki tiga sifat dasar, yaitu kelengkapan (completeness), transivitas (transivity), dan kontinuitas (continuity). Faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi konsumen dapat dikelompokkan menjadi tujuh, yaitu faktor intrinsik, faktor ekstrinsik, faktor biologis, fisik dan psikologis, faktor personal, faktor sosial dan ekonomi, faktor pendidikan, serta faktor kultur, agama, dan daerah. Setelah mengetahui masalah yang ada mengenai mocaf. Maka kami melakukan penelitiaan ini untuk mengatasi masalah mengenai mocaf mulai dari pengolahan mocaf, produk olahan mocaf sampai cara pemasaran produk olahan mocaf agar tercipta produk kreatif olahan mocaf yang mampu berdaya saing dengan bahan dasar gandum.

Berikut ini Admin bagikan Contoh Proposal Keativitas Mahasiswa Preferensi Konsumen Terhadap Olahan Mocaf

Dapatkan Master File Microsoft Word melalui link berikut ini:

 KLICK TO DOWNLOAD 

Terima Kasih Telah Berkunjung, Share Contoh Proposal dari GaleriProposal.Com kepada teman-teman atau Rekan Kerja Anda.